| TAHUBJA HKm dan HD |
| Selasa, 02 Juni 2009 15:21 |
|
Telah ada upaya koordinasi dan surat-menyurat untuk menyelesaikan persoalan ini.Dalam diskusi selama kunjungan ini ketertarikan lebih banyak ke arah proses pengajuan ijin HKm dan kelembagaan kelompok. Banyak pengalaman sulit untuk membentuk kelompok, kadang kelompok yang telah terbentuk tidak aktif. Kelompok disini pun memiliki kendala, belum memiliki perencanaan yang matang. Hari kedua setelah presentasi tentang pengalaman HKm langsung dilanjutkan dengan diskusi dengan metode world cafe. Dibagi kelompok-kelompok mendiskusikan tentang sukses, perluasan dan tahubja HKm. Setelah selesai hasil diskusi ditulis padaHari ketiga, masih diskusi! Kali ini dengan metode fish bowl, masing-masing kelompok harus mendiskusikan 3 hal : HKm berhasil bila... HKm Meluar dengan cepat bila... Tahubja harmonis bila... Setelah selesai diskusi, setiap kelompok harus memiliki promotor, yang akan duduk pada salah satu kursi yang telah disediakan. Kursi lain dapat diisi siapa saja dengan posisi sebagai suporter, chalanger dan penanya. Suporter adalah orang yang mendukung pendapat dari promotor. Chalanger sebaliknya, menganggap bahwa pendapat suporter tidak benar. Catatan akhir hasil diskusi dari fasilitator (INSIST) :
Di negara kita bangga bahwa kehutanan tetap ada, ada Dephut dan fakultas khusus |
Kawasan Hutan di Provinsi Bali dan NTB dibagi dalam kelompok - kelompok hutan. Selengkapnya...Home | RSS Feed Proudly Powered by Joomla by : bpkh wilayah VIII | Supported by : bpkh wilayah 8 | CSS | XHTML