Sekilas tentang Balai Pemantapan Kawasan Hutan
Sesuai dengan Peraturan Menteri Kehutanan Nomor P.25/Menhut-II/2007, dengan mengubah beberapa ketentuan dalam Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 6188/Kpts-II/2002, Balai Pemantapan Kawasan Hutan merupakan unit pelaksana teknis di bidang pemantapan kawasan hutan yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Direktur Jenderal Planologi Kehutanan.
Balai Pemantapan Kawasan Hutan mempunyai tugas melaksanakan pengukuhan kawasan hutan, penyiapan bahan perencanaan kehutanan wilayah, penyiapan data perubahan fungsi serta perubahan status/peruntukan kawasan hutan, penyajian data dan informasi pemanfaatan kawasan hutan, penilaian penggunaan kawasan hutan, dan penyajian data informasi sumberdaya hutan.
Dalam melaksanakan tugas Balai Pemantapan Kawasan Hutan menyelenggarakan fungsi antara lain :
- Pelaksanaan identifikasi dan inventarisasi potensi lokasi yang akan ditunjuk sebagai kawasan hutan;
- Pelaksanaan penataan batas dan pemetaan kawasan hutan;
- Pelaksanaan penilaian perubahan status dan fungsi kawasan hutan;
- Pelaksanaan penilaian penggunaan kawasan hutan;
- Penilaian teknis tata batas areal pemanfaatan hutan, penggunaan kawasan hutan dan perubahan status/peruntukan kawasan hutan;
- Pelaksanaan inventarisasi hutan skala Nasional di wilayah;
- Penyusunan dan penyajian data informasi Sumber Daya Hutan (SDH) serta Neraca Sumber Daya Hutan (NSDH);
- Pengelolaan sistem informasi geografis dan perpetaan kehutanan;
- Penyiapan dan penyajian data dan informasi perencanaan kehutanan, penunjukan kawasan hutan, penatagunaan kawasan hutan, wilayah pengelolaan hutan, pemanfaatan dan penggunaan kawasan hutan;
- Pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Balai.
Berdasarkan Peraturan Menteri Kehutanan Nomor : P.25/Menhut-II/2007, tanggal 6 juli 2007. Struktur Organisasi Balai Pemantapan Kawasan Hutan adalah sebagai berikut :
KEDUDUKAN ORGANISASI BALAI PEMANTAPAN KAWASAN HUTAN
|
No |
Nama |
Lokasi |
Wilayah Kerja |
|
1 |
Balai Pemantapan Kawasan Hutan Wilayah I | Medan | Provinsi-provinsi Nangroe Aceh Darussalam, Sumatera Utara dan Sumatera Barat |
|
2 |
Balai Pemantapan Kawasan Hutan Wilayah II | Palembang | Provinsi-provinsi Lampung, Sumatera Selatan dan Bengkulu |
|
3 |
Balai Pemantapan Kawasan Hutan Wilayah III | Pontianak | Provinsi Kalimantan Barat |
|
4 |
Balai Pemantapan Kawasan Hutan Wilayah IV | Samarinda | Provinsi Kalimantan Timur |
|
5 |
Balai Pemantapan Kawasan Hutan Wilayah V | Banjarbaru | Provinsi-provinsi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah |
|
6 |
Balai Pemantapan Kawasan Hutan Wilayah VI | Manado | Provinsi-provinsi Sulawesi Utara dan Maluku Utara |
|
7 |
Balai Pemantapan Kawasan Hutan Wilayah VII | Makassar | Provinsi-provinsi Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat dan Sulawesi Tenggara |
|
8 |
Balai Pemantapan Kawasan Hutan Wilayah VIII | Denpasar | Provinsi-provinsi Bali dan Nusa Tenggara Barat |
|
9 |
Balai Pemantapan Kawasan Hutan Wilayah IX | Ambon | Provinsi Maluku |
|
10 |
Balai Pemantapan Kawasan Hutan Wilayah X | Jayapura | Provinsi Papua |
|
11 |
Balai Pemantapan Kawasan Hutan Wilayah XI | Yogyakarta | Provinsi-provinsi Banten, DKI Jakarta, Jabar, Jateng, DI Yogyakarta dan Jatim |
|
12 |
Balai Pemantapan Kawasan Hutan Wilayah XII | Tanjungpinang | Provinsi-provinsi Riau dan Kepulauan Riau |
|
13 |
Balai Pemantapan Kawasan Hutan Wilayah XIII | Pangkalpinang | Provinsi-provinsi Bangka Belitung dan Jambi |
|
14 |
Balai Pemantapan Kawasan Hutan Wilayah XIV | Kupang | Provinsi Nusa Tenggara Timur |
|
15 |
Balai Pemantapan Kawasan Hutan Wilayah XV | Gorontalo | Provinsi Gorontalo |
|
16 |
Balai Pemantapan Kawasan Hutan Wilayah XVI | Palu | Provinsi Sulawesi tengah |
|
17 |
Balai Pemantapan Kawasan Hutan Wilayah XVII | Manokwari | Provinsi Papua Barat |





